Riview Kotbah Jumat, 21 November 2008 @ Masjid Manarul Ilmi ITS Surabaya
Akhir-akhir ini publik dunia selalu dipusingkan dengan masalah ketakutan terhadap umat islam atau yang dikenal dengan nama islamaphobia. Agama islam seolah menjadi agama yang sangat kejam dan ditakuti dunia karena identik dengan kekerasan, bom, dan perlakuan yang tidak berperikemanusiaan. Khususnya dunia barat yang sangat gencar menyulutkan isu-isu kekejaman agama islam. Hal ini tentu saja sangat merugikan umat islam diseluruh dunia dimana secara langsung atau tidak akan mempengaruhi perlakuan sebagaian negara atau komunitas terhadap ummat islam terutama didaerah yang islam merupakan agama minoritas. Larangan memakai jilbab, penggeledahan, diskriminasi, dan perlakuan-perlakuan seperti itu sering terjadi.
Isu-isu jihad yang digemborkan oleh sebagaian kaum muslimin atau yang biasa dianggap Islam garis keras semakin menambah besarnya ketakutan dunia barat akan agama islam. Isu ini dimanfaatkan golongan-golongan yang memusuhi umat islam untuk mengkambing hitamkan umat islam terhadap setiap aksi-aksi kekerasan atau ledakan bom di seluruh dunia. Sekali lagi hal itu sangatlah merugikan umat islam di seluruh dunia yang kenyataannya tidak mengajarkan ajaran yang demikian. Publikpun seakan semakin terwacanakan bahwa memang benar dalam islam itu diajarkan masalah jihad yang cenderung identik dengan masalah perang. Adanya film buatan tokoh anti islam dari Belanda beberapa waktu lalu pun tidak bisa dibendung lagi perdarannya. Itu sangat merusak image islam dalam pandangan publik.
Dalam kehidupan ini, jihad merupakan hal yang sangat penting dan merupakan perintah dari Allah SWT. Islam sangat memerintahkan kepada ummatnya untuk senantiasa berjihad untuk menguji keimanan seseorang dan tidak tanggung-tanggung balasannya adalah surga. Oleh karena itu umat islam berlomba untuk senantiasa berjihad.
Masalahnya pandangan terhadap jihad itu terkadang sangat sempit dan hanya identik dengan perang dan kekerasan. Kalau dipikir memang benar bahwa kita harus dapat menelaah lebih dalam lagi mengenai makna jihad yang lebih sesuai dengan kehidupan saat ini. Ada lima macam jihad yang dianjurkan dalam islam dan empat diantaranya sangat aplikatif dalam kehidupan saat ini. Empat macam jihad itu adalah sebagai berikut.
1. Jihad Melawan Nafsu
Jihad yang pertama adalah menlawan nafsu kita dalam hari-hari kita. Setiap manusia mempunyai nafsu yang harus dikendalikan oleh manusia itu sendiri. Banyak manusia yang tidak dapat mengontrol nafsunya sendiri yang mengakibatkan mereka terperosok dalam kehidupan yang penuh dengan kehinaan. Manusia punya nafsu untuk tidur, tetapi bukan berarti dia harus tidur terus sesuai dengan keinginannya. Nafsu tidur harus dikontrol dan diatur kapan waktunya tidur dan kapan waktunya beraktivitas. Kemudian manusia juga punya nafsu untuk makan yang harus dikontrol dengan makan sesuai dengan proporsi yang diatur oleh Islam. Bukan makan sembarangan, berlebihan, dan makan makanan yang diharamkan oleh Allah SWT. Manusia punya nafsu seksual yang harus senantiasa dijaga, tidak didisalurkan dengan hal-hal yang tidak dibenarkan dalam agama.
Sebagai mahasiswa mungkin nafsu yang paling akrab adalah malas. Istilah sistem SKS(Sistem Kebut Semalam) sangat sering dipakai oleh kebanyakan mahasiswa. Mereka sangat malas dan cenderung menunda-nunda pekerjaan hingga mendekati hari dimana suatu pekerjaan itu harus dikumpulkan. Perasaan malas ini tentu saja sangat berbahaya dan akan merusak generasi. Bila mahasiswa sangat malas, maka makna pendidikan seolah hanya untuk mendapatkan nilai akhir. Sejatinya makna pencerdasan anak bangsa tidak akan pernah tercapai.
2. Jihad Melawan Syaitan
Jihad yang kedua ini adalah jihad melawan musuh yang nyata bagi manusia seperti yang difirmankan oleh Allah bahwa syetan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Syetan telah bersumpah kepada Allah untuk senantiasa menggoda manusia sampai akhir dunia ini. Syetan tentu saja sangat berpengalaman dalam menjerumuskan manusia. Mereka tidak mati sampai hari kiamat nanti yang tentu sana mereka sangat berpengalaman sekali dalam menjadikan manusia kufur terhadap tuhannya.
Oleh karena itu kita harus senantiasa mengumbandangkan jihad besar-besaran kepada syetan yang sudah berjanji pada Allah akan menggoda kita sehingga kita akan terjerumus dalam tipu muslihatnya. Dalam kehidupan ini ada dua macam syetan, yaitu syetan yang berasal dari golongan jin dan syetan dari golongan manusia.
3. Jihad Melawan Kaum Fasiq
Kalau kita melihat di lingkungan kita saat ini, mungkin sebagai mahasiswa kita bisa melihat berapa banyak teman kita yang sama-sama muslim, tapi tidak sholat jumat, malas sholat lima waktu, jarang membaca alquran, dll. Parahnya, mereka malah melakukan perbuatan-perbuatan maksiat yang jelas-jelas Allah telah melarang dalam Alquran. Peran kita dituntut disini.
Mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar adalah tugas kita. Mungkin mulai dari keluarga, kerabat, teman dekat, dan selanjutnya kelingkungan yang lebih luas. Jangan buru-buru perang, tapi benahi dulu generasi Islam sekarang ini. Perang pemikiran lebih berbahaya bagi Islam dari pada perang fisik. Dunia barat semakin gencarnya menhancurkan akhlak generasi muda Islam dengan berbagai macam media film, musik, trends, dan obat-obatan terlarang. Dengan cara ini, akan dengan mudah mereka menghancurkan pertahanan ummat Islam. Bagaimana pertahanan kita kalau generasi muda telah hancur?
Pertanyaan itu yang harus kita jawab. Percuma kita perang dengan pedang kalau pemikiran kita telah diracuni sedemikian parahnya oleh bangsa barat. Mereka kalau memakai senjata dan terang-terangan memusuhi umat islam, pastilah mereka akan kalah. Tapi, dengan menghancurkan mental-mental kita, mereka akan dengan mudahnya membinasakan umat Islam.
4. Jihad Melawan Kaum Munafiq
Jihad kemudian adalah melawan kaum yang mengaku-ngaku menjadi umat Islam, tapi sesungguhnya mereka berusaha untuk memecah dan menghancurkan ummat Islam. Kita tidak tahu keberadaan mereka karena mereka sama-sama Islam, bahkan kadang-kadang ibadahnya luar biasa bagusnya melebihi ibadah kita.
Keberadaan mereka adalah mencari kelemahan umat Islam dan selanjutnya menyerang umat Islam dengan analisis mereka. Ini haruslah diwaspadai bersama. Pertengkaran diantara umat Islam itu adalah salah satu propaganda yang dilayangkan kaum munafiq. Dikala umat Islam ini berselisih pendapat dan menimbulkan perselisihan, apalagi sampai berperang, maka kaum ini akan bertepuk tangan melihat kehancuran umat Islam.
5. Jihad Melawan Kaum Kafir
Jihad yang terakhir adalah melawan kaum kafir atau berperang dengan senjata. Kalau meraka telah terang-terangan meniupkan api peperangan kepada umat Islam.
Demikian kajian tentang macam-macam jihad dan jihad mana yang krusial untuk dilakukan oleh kita. Serangan mental lebih berbahaya dari pada serangan fisik. Mari kita berlomba-lomba memperbaiki lingkungan kita dengan memmulainya dari lingkungan yang paling kecil.
Semoga bermanfaat.
Abdul Basyir
30 Novermber 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar